Profil ‘Mikasa’ Kapal Maritim Theater Stu48 Yang Kontroversial

Sekilas bila dengar nama “Mikasa” tertuju pada goresan pena di sebuah bola voli yang mewarnai masa-masa praktik olahraga di sekolah dulu, Only 90’s Kid Remember!

Mikasa tahun 2018 juga jadi nama buat kapal maritim yang gres rampung. Nantinya ship-boat tersebut bakal berfungsi sebagai wadah pertemuan anggota idol group STU48 dengan penggemarnya.

Selain digunakan kawasan pertunjukan theater, berdasarkan rencana akan ada beberapa event grup yang sebelumnya tidak pernah dilakukan di sister group AKB48 lainnya. Event diadakan di kapal maritim dan mengarungi wilayah pesisir Setouchi.

Kilas Balik 

Disebut sebagai penggerak penemuan baru, proses pembangunan kapal dan pembentukan teater STU48 memang terbilang cukup panjang. Awal diumumkannya rencana ini banyak disambut penggemar, mereka menganggap ini hal absurd, sebagian menilai inovatif.

Di tengah jalan sempat menemui jalan terjal tatkala kontraktor meminta penundaan peresmian kapal maritim yang masih terkendala.

Sang mandor menilai ada proses tahap simpulan berupa keamanan yang jadi faktor penting tak boleh dilewatkan. Kapal STU48 yang harusnya telah digunakan per kuartal kedua tahun 2017 terpaksa ditunda hingga November.

Dari November tahun 2017 tertunda lagi, Member STU48 pun beberapa kali harus numpang di teater grup lain.

Kendala tidak berhenti hingga disitu, proses perizinan dengan pemerintah juga sempat menghambat pelantikan kapal.

Pengelola STU48 merupakan perusahaan hasil joint venture (JV) antara Setouchi Brand Corp bersama Japan Tourism Promotion Agency yang diberi nama “Setouchi DMO”.

Awal April 2018 dalam program jabat tangan STU48 untuk single debut “Kurayami” di Aeon Mall, Okayama, Setouchi DMO balasannya mengumumkan, bahwa kapal maritim berjulukan Mikasa telah siap mengarungi lautan membawa member STU48 tampil mulai animo panas tahun ini.

Senang rasanya kapal sudah selesai dan siap digunakan. Saya harap semua orang sanggup menikmatinya nanti, hingga bertemu di tengah maritim Setouchi!” kata Okada Nana, kapten sekaligus member STU48.

Profil Mikasa 

Spanduk besar berikut berisi tanda tangan member, staf, pekerja, kontraktor, hingga fans dan semua orang yang terlibat di STU48 akan jadi wallpaper panggung teater di kapal laut.

Mikasa [みかさ] punya nomor sertifikasi Ship IMO 9199517, kapal maritim senilai lebih dari 22 miliar rupiah yang punya bobot panjang 78 meter dan lebar 13 meter itu dianggap bisa menampung ratusan orang.

Maaf menciptakan Anda menunggu lebih lama. Kami telah mempersiapkan semuanya, quality control juga dilakukan sebaik mungkin. Makara animo panas nanti (kapal) sudah mulai bisa dipakai. Kami harap semua orang bisa bersenang-senang dan menikmati suasana perjalanan menakjubkan mengarungi lautan Setouchi.” kata Yamamoto Shihainin.

Yamamoto menambahkan, yang nanti tampil di kapal bukan cuma STU48. Grup lain di bulat AKB48 Group juga dipersilakan untuk berpartisipasi.

Setouchi Future Creations LLC yang notabenenya merupakan salah satu investor beranggapan bahwa ke depannya akan ada banyak idol group serupa yang memakai kapal di tengah maritim sebagai wadah pertemuan dengan fans. Makara proyek ini dianggap bersifat futuristik.

Selesainya teater di kapal tidak serta merta menerima sambutan hangat, justru hal kontroversial lebih banyak terlepas dari kontroversi pengunduran jadwal berlayar. Mengapa demikian?

Tiket teater STU48 akan dibanderol lebih mahal daripada AKB48 banyak menuai pro dan kontra. Yang pro menilai sebab selama berlangsungnya pertunjukan, kapal akan terus bergerak sesuai rute bukan cuma membisu di tengah laut.

Sementara yang kontra menganggap agak hiperbola mematok harga tiket mahal untuk teater yang gres dibentuk.

Seperti diketahui rerata harga tiket masuk teater AKB48 Group per April 2018 adalah 3100 Yen. Jika dikonversi ke rupiah maka 394 ribu, hampir IDR 400k untuk sekali pertunjukan.

Apakah Mikasa cuma buat teater? Tidak hanya theater. Beberapa event yang sebelumnya tidak pernah ada di AKB48 Group ke depannya akan mulai dilaksanakan oleh STU48 di kapal maritim mereka.